Agus Putra yang juga Pengacara muda Bali berharap Partai Suara Muda Indonesia benar-benar jadi saluran anak muda berpolitik, kendatipun ketika diminta komentarnya perihal Viral mural hari kemerdekaan angka 81 yang bergambar pria gemuk dan kurus di Sukoharjo, dirinya menanggapi dengan biasa saja karena itu bagian dari ekspresi demokrasi, prediksi nya biasanya itu ciri anak muda yang umumnya suka seni mural, tidak masalah selama itu tidak melanggar peraturan hukum, tegasnya.

Agus Putra di tengah kesibukannya sebagai Pengacara yang banyak beracara di Bali dan Jakarta, juga mengaku kewalahan dalam penyusunan struktural pengurusan partai Suara Muda Indonesia, yakni karena terkendala biaya operasinal, namun semangat teman-teman muda mengalun perlahan, semangat itu yang memicunya terus berjuang selangkah demi selangkah, laksana kucing menyergap tikus (kucing=lambang partai Suara Muda Indonesia). Keterbatasan tidak jadi kendala, sebagaimana semangat pejuang kemerdekaan bermodal bambu runcing yang mampu melawan ganasnya persenjataan penjajah kala itu. Kita sebagai anak muda jangan mau kalah, semangat! Teriaknya.
Partai Suara Muda Indonesia telah lahir wadahnya, telah lahir namanya, kini tinggal harus melengkapi beberapa persyaratan legalitas administrasi sebagaimana amanat Undang-undang Pemilu dan UU Partai Politik di Indonesia. Kami anak muda hanya ingin berpartisipasi dalam memberikan pendapat untuk kemajuan NKRI, karena anak muda bukan penonton, tetapi kini harus aktif dalam menciptakan perubahan positif untuk bangsa. Anak muda diharapkan menumbuhkan rasa kecintaan terhadap tanah air, yang mana itu adalah pondasi kuat keberlanjutan generasi bangsa mendatang.
Agus Putra mengakui dirinya kini belum bisa fokus 100% dalam penyusunan struktural pengurusan partai Suara Muda Indonesia, sebab disibukkan oleh tugas profesi lawyer/pengacara di Bali, dalam bulan ini saja ia harus menangani sengketa tanah di Nusa Penida, Klungkung-Bali, serta sengketa tanah di daerah Badung, Denpasar, bersama tim hukum di kantornya yang juga banyak diisi oleh anak muda. Agus Putra kini tertarik bergerak dalam mengundang investasi masuk ke Bali, terutamanya untuk WNA di bidang Akomodasi pariwisata seperti penginapan, homestay dan villa,dalam skala kecil. Usaha di bidang akomodasi jenis ini dapat berbaur dengan masyarakat lokal Bali, mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat lokal Bali, yang banyak kini pengusaha muda Bali berkecimpung didalamnya. Menurutnya, Kini anak-anak muda Bali cenderung berpindah ke tradisi masyaralat pariwisata dan meninggalkan tradisi masyarakat pertanian.
Ketika ditanya perihal isu seputar Revisi UU Pemilu, Agus Putra yang juga Pengacara Muda berpengalaman selama tahun 2013 aktif terjun di dunia pengacara, menyebutkan ketersetujuannya dengan adanya penghapusan presidensial threshold (ambang batas pencalonan presiden 20%) sesuai Putusan Mahkamah Konstitusi No. 62/PUU-XXII/2024, sehingga semua partai politik peserta pemilu dapat mengusulkan pasangan calon presiden dan wakil presiden. Dalam hal itu, Agus Putra mendesak agar DPR RI segera merevisi UU Pemilu guna menjalankan Putusan MK No. 62/PUU-XXII/2024 tersebut yang bersifat final dan mengikat. Dengan demikian maka kedepan masyarakat akan disuguhkan beragamnya calon presiden dan wakil presiden, yang akan ada banyak gagasan program terbaik bermunculan.